Diam
There are times when you need to just pour what has really been disturbing your thoughts for days, weeks, months, years or decades. You (readers) have the right to conclude whatever you want after you've read this down below. I decided to write it in Malay as it's for the best. Here's the first. Aku hanya mampu melihat dari jauh. Tanpa tindak balas yang mampu menghentikan segalanya. Aku harus diam. Diam bukan bisu tetapi demi kebaikan. Setiap ucapan bagaikan racun yang menghancurkan harapan yang kau letak pada aku. Kau yang kata. Suatu hari, aku lihat kau dan dia saling bertikam lidah. Kau kecewa dengan aku seolah-olah aku mementingkan diri sendiri . Kau melepaskan rasa marah bagaikan aku ini dinding - atau tiada perasaan? Aku diam sahaja. AKu, bersuara? Tak perlu rasanya. Nanti kau sakit hati. Hari pun berlalu. Ketegangan memang ada. Aku akhirnya mengalah sendiri. Aku benci jurang di antara kita. Kau pun tak akan mudah menyerah. Kau terima maaf aku. Aku sering memb...